Rabu, 19 Oktober 2011

Perpustakaan Soeman Hs, Pekanbaru


PERPUSTAKAAN DAERAH RIAU
Ini mungkin terobosan dalam hal mendorong masyarakat untuk gemar membaca. Di Riau, perpustakaan daerah provinsi itu tidak saja dibuat megah, tetapi juga familiar dengan masyarakat. Makanya siang itu ketika aktivitas saya ada di seputaran kantor Gubernur Riau, saya pun menyempatkan makan siang di gedung perpustakaan yang terletak di sebelahnya.

Makan siang di perpustakaan? Ya, itu yang jarang ada dalam benak saya sebelumnya. Tapi itulah yang terjadi. Saya makan siang bersama beberapa teman di gedung perpustakaan termegah di Indonesia itu. Dan di situ saya dapati bahwa perpustakaan ini telah menjadi semacam ‘community center’ bagi masyarakat Riau, khususnya kota Pekanbaru. Di lantai bawah gedung perpustakaan ini memang terdapat kafe yang dikelola oleh “Kopi Teng” yang terkenal memiliki gerai sarapan paling popular di Pekanbaru.


Sejalan dengan gerakan “Riau Membaca”, arsitektur gedung perpustakaan yang diberi nama Soeman HS ini berbentuk rehal atau meja kecil yang biasa dipakai untuk membaca Al-Qur'an. Paduan antara disain khas Melayu dan modern. 

Selain menyimpan koleksi buku, Perpustakaan Soeman HS juga multifungsi, kerap dipakai untuk gelaran berbagai event di Pekanbaru. Kapasitas gedung berlantai enam ini sendiri adalah 1.000 pengunjung tiap lantainya. Di dalamnya ada fasilitas yang lengkap mulai dari public library, children library, student library, educational room, auditorium, bilik budaya Melayu, atrium, meeting room, discussion room, audio visual room, CCTV, internet room, wifi di setiap ruangan, media center, musholla, kafe, kantin, sampai toilet hotel bintang empat.



Soeman Hs sendiri adalah novelis asal Riau keturunan Tapanuli. Novelis angkatan Pujangga Baru ini terkenal antara lain lewat novel 'Mencari Pencuri Anak Perawan' (1930). Gedung perpustakaan yang dianggap paling cantik di Indonesia ini diresmikan oleh Wapres (saat itu) Jusuf Kalla pada tahun 2008.



Saat ini, Perpustakaan Daerah Riau Soeman Hs telah menjadi E-Pilot National Project Percontohan Perpustakaan se-Indonesia. Menurut seorang staf di Kantor Gubernur Riau, dalam sebulan perpustakaan ini menerima kunjungan studi banding dari daerah lain hingga empat kali dan mulai kewalahan menanganinya, sehingga mereka akhirnya melibatkan pihak agen perjalanan untuk mengaturnya.
Teks & foto: Gegen, dok



Kantor Gubernur Provinsi Riau, di sebelah Perpustakaan Soeman Hs


3 komentar:

  1. hiks.. aku pernah di sini, tp aku tidak mengenali kota ini :(

    BalasHapus
  2. Aaak! Kereen! Seandainya itu ada di Makassar.

    BalasHapus
  3. Perpusx keren banget ya..Jdi pngen kesana..:-D

    BalasHapus